Still Life: Terobosan untuk Pembelajar Menggambar

Pengambilan gambar diam mengacu pada gambar benda-benda yang diatur baik benda-benda alam atau buatan yang biasanya digunakan dalam melaksanakan kegiatan kita sehari-hari. Orang Prancis menyebut subjek ini 'alam mati' yang mengacu pada subjek apa pun yang dibuat oleh seniman dari koleksi benda mati. Alasan mengapa gambar dikatakan 'diam' adalah bahwa benda-benda yang dikarang, posisi masing-masing dan penempatan tetap 'masih' atau utuh sampai gambar selesai. Beberapa benda yang dikarang bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ini disebut sebagai 'kehidupan' karena gambar yang dihasilkan dari pengamatan langsung atau nyata adalah gambar kehidupan.

Dalam gambar diam, seniman harus memberi perhatian khusus pada pemilihan dan pengaturan objek yang akan digambar. Objek yang dipilih harus diselaraskan untuk membuat kesatuan atau kesatuan dalam komposisi. Juga, sumber cahaya harus diperhatikan agar artis dapat menggambarkan bayangan dan bayangan objek seakurat mungkin. Prinsip desain yang disebut 'proporsi' sangat penting dalam gambar still life. Seniman harus mengetahui dan memahami hubungan ukuran dari semua objek dalam komposisi sehingga ia dapat menggambarkannya pada permukaan gambar dengan presisi dan akurasi.

Sebelum gambar kehidupan diam yang baik dapat dieksekusi, artis harus secara efisien menggunakan indra untuk memahami setiap informasi atau detail tentang objek yang dikomposisikan. Indera optik atau indra peraba sehingga mata harus digunakan untuk melihat keseluruhan bentuk objek yang tersusun baik bulat, sudut, teratur atau tidak beraturan. Ia juga harus dapat mendeteksi hubungan ukuran dan variasi objek. Setiap detail pada objek yang disusun harus dideteksi oleh penggunaan mata. Misalnya, mata harus dapat mengetahui gerakan dan arah yang tepat dari pola daun lurus. Nada atau bayangan warna dari masing-masing item yang disusun harus dipastikan. Warnanya terang atau kusam, terang atau gelap, buram atau transparan? Indra optik harus mampu memberikan informasi ini kepada artis. Studi yang lebih dekat dan analitis tentang barang-barang harus dilakukan dengan mata. Lebih penting lagi adalah posisi dan pengaturan barang yang akan ditarik. Ini akan membantu seniman untuk dapat menggambarkan perspektif, foreshortening, dan nada nuansa objek.

Selain itu, rasa sentuhan yang merupakan kulit harus digunakan oleh seniman untuk mendeteksi tekstur objek yang akan digambar. Teksturnya bisa keras, lunak, kasar, halus, berpori atau tidak berpori. Ini akan memungkinkan seniman untuk mengetahui jenis teknik shading untuk digunakan dalam rendition of shades pada objek. Seniman tahu ini harus menyentuh dan merasakan objek yang akan digambar jika aman untuk melakukannya. Ini akan membantunya membuat bayangan secara objektif.

Selanjutnya, rasa kinestetik atau rasa gerakan akan menunjukkan apakah objek lebih ringan atau berat, rapuh atau kuat. Ini akan membantu artis untuk mengetahui jenis garis yang digunakan dalam menggambar item (s) serta tingkat nada dan jenis bayangan yang akan diberikan pada objek yang digambar.

Indera perasa, penciuman, dan pendengaran sama pentingnya dalam mencapai gambar kehidupan diam yang sangat obyektif. Sebagai contoh, jika benda-benda atau benda-benda yang dapat digambar dapat dimakan seperti komposisi buah-buahan dan dapat dicicipi, sang seniman harus menggigit setiap buah untuk mengetahui rasanya yang khas apakah asam, manis, atau pahit. Juga, bau barang bisa berbau jika tidak berbahaya untuk melakukannya. Aromanya bisa menyengat, busuk atau busuk, manis atau pedas. Jika benda-benda yang dikarang memiliki kemampuan untuk menghasilkan suara seperti alat musik, artis dapat mendengarkan setiap suara yang masing-masing alat musik menghasilkan apakah itu keras atau lembut, bernada tinggi atau bernada rendah dll. Pengumpulan informasi penting melalui penggunaan rasa rasa, penciuman, dan pendengaran akan memperdalam pemahaman seniman tentang benda-benda yang akan ditarik untuk dapat menggambarnya secara obyektif ketika muncul di alam.

Setelah mengumpulkan informasi penting melalui organ-organ indera, artis sekarang siap untuk merekam rincian dan karakteristik masing-masing dari mereka di atas kertas. Harus dicatat bahwa mata dan tangan harus berkoordinasi atau bekerja sama untuk menghasilkan replika yang tepat dari benda-benda diam yang disusun untuk ditarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *