Concorde, Pesawat Legenda Kecepatan Supersonik yang Membawa Kenangan Maut

Bagi kita yang belum tahu, pesawat supersonik Concorde adalah burung besi yang paling legendaris sebab dapat melesat melebihi kecepatan suara. Saking cepatnya, Concorde bisa menghasilkan bunyi menggelegar yang bisa memecahkan kaca-kaca lokasi tinggal penduduk.

Pesawat yang dapat terbang sampai nyaris ke luar antariksa itu adalah salah satu mahakarya dunia. Kelahirannya dibidani dua negara besar, Inggris dan Prancis yang saat tersebut sangat tertarik dengan kendaraan supersonik.

Sayangnya, kegagahannya goyah ketika pesawat jet super cepat itu pulang menjadi penjemput maut pada 25 Juli 2000. Seluruh penumpang tergolong kru pesawat tewas di tempat sebab pesawat jatuh dan hangus terbakar.

Kecekalaan tersebut terjadi hanya sejumlah detik sesudah lepas landas dari bandara di Prancis untuk mengarah ke ke Washington, Amerika Serikat (AS).

Asal-usul lahirnya pesawat supersonik Concorde

 

Pesawat Concorde
Pesawat Concorde

 

Menurut https://828bet.net/ pada akhir 1950-an, Inggris, Amerika Serikat (AS), Perancis dan Uni Soviet paling tertarik mengembangkan transportasi supersonik (kendaraan yang dapat melesat melebihi kecepatan suara). Perusahaan penerbangan Bristol Aeroplane Inggris dan Sud Aviation Prancis berkolaborasi merancang pesawat setiap Type 233 dan Super Caravelle.

Pembangunan dua pesawat tersebut diongkosi dana dari pemerintah masing-masing. Pada mula 1960, dua rancangan pesawat itu siap untuk mengawali pembangunan protoype-nya. Namun biayanya paling besar yang menciptakan dua perusahaan penerbangan asal Inggris dan Prancis itu bergabung.

Pada 1962, diplomat Prancis, Geoffroy de Courcel dan diplomat Inggris Julian Amery menandatangani perjanjian penciptaan pesawat super sonik Anglo-French. Awalnya pesawat itu diberi nama Concord. Namun pada 1967, pemerintah Inggris memberitahukan akan menggantinya dengan Concorde di cocokkan dengan ejaan Prancis.

Penerbangan Paris-Washington hanya 3 jam 32 menit

Prototype pesawat supersonik yang dapat melesat lebih cepat dari kecepatan suara ini kesudahannya rampung pada 1969. Pada 9 April di tahun yang sama, Brian Trubshaw menjadi pilot kesatu yang mengupayakan pesawat tersebut.

Pada 1 Oktober 1969, pesawat supersonic Concorde sukses mengudara guna kesatu kalinya. Setelah mengalami sejumlah perbaikan dan meyakinkan kekuatan mesinnya pesawat itu mulai berani mengerjakan penerbangan komersialnya.

Tujuh tahun kemudian, Concorde mulai terbang secara komersial. British Airways menerbangkan Concorde dari London ke Bahrain. Sementara maskapai Air France menerbangkannya dari Paris ke Rio de Janeiro. Saat itu, Concorde hanya perlu waktu 3 jam 32 menit guna sampai di Washington dari Paris.

`Queen of the Sky` Julukan guna Mahakarya Concorde

Pesawat supersonik Concorde dapat terbang dengan kecepatan maksimum 2.179 km/jam. Saking cepatnya, pesawat itu dapat menerbitkan suara laksana bunyi ledakan yang bisa memecahkan kaca-kaca rumah warga di bawah lintasannya.

Suara ledakan dari pesawat tersebut dikenal dengan sebutan Sonic Boom. Dengan begitu, pesawat itu akan terbang normal dan baru memakai kecepatan supersoniknya ketika berada di atas Samudra Atlantik.

Untuk hingga ke Washington, AS dari Paris, Prancis dengan memakai pesawat komersial lain, penumpang akan menguras waktu 9-11 jam, Namun Concorde hanya perlu waktu 3,5 jam untuk mengerjakan penerbangan lintas negara tersebut. Waktu tempuhnya sukses memecahkan rekor di dunia.

Tak melulu itu, pesawat supersonik ini bisa terbang dengan elevasi 18.300 meter atau dengan kecepatan panjat 25,41 meter/detik. Saat pesawat itu mengudara, Concorde membawa penumpangnya nyaris terbit angkasa. Beberapa penumpang menyatakan sempat melihatnya bulatnya bumi ketika terbang bareng Concorde.

Sampai tragedi maut tersebut terjadi, Concorde dikenal dengan sebutan `Queen of the Sky. Bentuk pesawatnya yang anggun dan berteknologi tinggi dapat menaklukan langit dan melanglang dengan elegan di angkasa.

Kecelakaan maut Concorde, seluruh penumpang dan awak pesawat tewas

Kegagahan pesawat supersonik legendaris Concorde kesudahannya lumpuh juga. Pesawat super cepat itu mengalami kemalangan maut yang menewaskan 113 orang pada Selasa, 25 Juli 2010.

Hanya selang puluhan detik sesudah mengudara, api besar menghanguskan ekor pesawat jet tersebut. Pesawat kemudian berbalik turun dan jatuh terbakar sampai hangus tak tersisa.

Seluruh penumpang sejumlah 100 orang dan 9 kru pesawat tewas di tempat. Empat korban lainnya yang tengah berjalan di dekat hotel dekat landasanpun tewas ditempat.

Setelah riset panjang sekitar dua tahun, kesebelasan penyidik menuliskan penyebab kecelakaan ialah jatuhnya logam sepanjang 43 cm yang jatuh dari kotak mesin Continental Airlines DC-10 ke landasan pesawat. Akibatnya, di antara roda bobrok dan mengakibatkan kebakaran pada unsur belakang pesawat.

Seluruh korban tewas tak dapat dikenali

Total korban tewas dari tragedi maut Concorde tersebut mencapai 113 orang. Pada ketika kejadian, kerabat dari semua korban tidak diijinkan untuk menghampiri ke tempat kejadian.

Pihak yang berwenang tidak mengizinkan pihak keluarga guna mendekat sebab besarnya kobaran api dari pesawat. Naasnya, parahnya kebarakan tersebut menciptakan tubuh semua jenazah mustahil guna diidentifikasi.

Tragedi maut itu adalah satu-satunya kemalangan yang dirasakan si pesawat super cepat, Concorde. Mahakarya transportasi udara itu pulang menjadi pengantar maut untuk para penumpangnya.

Percakapan pilot sebelum kemalangan maut Concorde terjadi

Concorde lepas landas dengan kobaran api di unsur belakang. Pesawat kepunyaan Air France itu saat tersebut tengah lepas landas dari bandara Charles de Gaulle.

Api tersebut dengan cepat merambat dan menghanguskan mesin serta sayap unsur kiri melulu dalam hitungan detik. 42 detik sesudah pesawat benar-benar lepas landas, petugas kemudian lintas udara menginformasikan kejadian tersebut pada pilot Concorde.

“Sudah terlambat,” ungkap pilot yang menerbangkan pesawat maut tersebut. Pesawat kesudahannya jatuh dan hangus terbakar menewaskan semua penumpangnya tanpa sisa.

Tinggal memori Concorde kesudahannya pensiun pada 23 Oktober 2003

Setelah kemalangan maut yang menewaskan 113 orang, pesawat jet super cepat tersebut sempat menghentikan operasinya. Namun satu tahun kemudian, pesawat Concorde kembali mengangkasa secara komersial pada November sesudah menggelontorkan dana 17 juta pound sterling guna program perbaikan.

Namun kecepatan yang terlampau tinggi dari pesawat supersonik tersebut membuat tidak sedikit komponen yang bobrok saat mengudara. Akhirnya British Airways dan Air France memberitahukan pesawat legendaris tersebut akan berhenti beroperasi.